Belajar Berkas dan Access

Belajar Berkas dan Access Program Database


MODUL 14
BACKUP
DAN RESTORE DATA


Pendahuluan

SQL Server memiliki dua buah sarana yang dirancang untuk menjalankan salinan backup dari database dan komponen-komponennya. Sarana-sarana ini sangat penting untuk kesinambungan operasi database apabila ada kegagalan pada perangkat keras, penghapusan tabel secara tidak sengaja, atau bahkan kehilangan data pada server.
Membuat backup meliputi meng-copy database ke lokasi yang aman. Proses banckup menyalin semua yang terdapat di dalam database, termasuk catatan transaksinya.

Catatan transaksi adalah sebuah record serial yang berisikan semua perubahan yang dilakukan terhadap database. Proses restorasi database apabila sukses akan mengembalikan database ke status terdahulu pada saat backup terakhir dijalankan.
Terdapat dua jenis backup di SQL Server, yaitu : lengkap dan differensial. Backup lengkap adalah “potret” yang tepat dari database. Backup differensial adalah salinan perubahan yang dilakukan pada database semenjak proses backup lengkap yang terakhir.
SQL Server menyediakan kemampuan membuat dan memulihkan backup melalui penggunaan perintah-perintah Transact-SQL, seperti BACKUP DATABASE atau RESTORE DATABASE, atau melalui Enterprice Manager atau Backup Wizard.
 
 1. Membackup Data
Untuk melakukan backup dengan Enterprise Manager, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik kanan pada folder Database untuk mengaktifkan menu shortcut.
Pilihlah All Tasks | Backup Database
Untuk awalnya, kita akan membuat backup untuk database Newpub2.
Langkah pertama adalah memilih database. Pada field Database, pilihlah nama database yang akan di-copy. Pilihlah Newpub2.
Langkah kedua, pilihlah lokasi tujuan untuk backup. Untuk melakukan ini, tekan tombol Add pada panel Destination untuk menampilkan kotak dialog Select Backup Destination. Idealnya, backup harus berada pada komputer network yang berbeda atau drive yang berbeda pada komputer Anda.
Selain memilih lokasi tujuan, Anda juga harus memberi nama file backup tersebut. Di sisni, kita akan menggunakan nama newpub back01. lalu tekan tombol OK.
Proses backup akan dijalankan. Proses ini bisa memakan waktu dari beberapa detik hingga beberapa jam, tergantung dari ukuran database Anda.

 
MODUL 15
MENENTUKAN DIREKTORI DAN KEAMANAN DATABASE

Pokok Bahasan
1.  Menentukan Direktori
2.  Membuat User Database
3.  Menjalankan User Baru
 
Pendahuluan
Setelah Anda belajar berbagai hal yang  berhubungan dengan Database, di sini saya akan memberikan gambaran untuk menentukan lokasi atau folder untuk menyimpan database Anda. Disamping itu saya  juga akan memberikan contoh pembuatan Database User dan Database Roles. Kenapa saya berikan contoh ini. Tujuannya adalah  agar Anda bisa menyimpan database dalam satu lokasi dengan keamanan dan user yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.
Selain itu, sebelum Anda membuat Database User dan Database Roles, yang harus diperhatikan adalah membuat User Account terlebih dahulu. Untuk membuat User Account ini cara membuatnya adalah melalui Administrator Microsoft Windows 2000 Server sebagai sistem operasinya. Karena kalau tidak ditentukan User  Accountnya sangat sulit bagi Anda untuk mengatur user yang mungkin jumlahnya puluhan dan bahkan ratusan user.  Oleh karena  itu pemahaman Microsoft Windows 2000 Server sangat penting bagi  Anda, karena tanpa mengetahui mengenai sistem operasi ini sangat sulit bagi Anda untuk menentukan  permission bagi masing-masing user.
1. Menentukan Direktori 
 Untuk menentukan direktori tempat atau lokasi menyimpan database memang sangat mudah, tetapi ada aturan-aturannya. Tetapi kadang ini jarang diperhatikan karena biasanya pemakai langsung saja mendefinisikan database secara default. Namun demikian kalau database yang dibangun sudah sangat besar, maka penentuan lokasi
ini sangat penting untuk memudahkan pengontrolan, backup dan restore data, menentukan Database User dan sebagainya. 
1.1  Membuat Direktori atau Folder
Sebelum Anda masuk ke Microsoft SQL Server 2000 buatlah direktori secara manual dan beri  nama sesuai keinginan Anda. Berikut ini saya berikan contoh pembuatan direktori atau folder di drive D bernama DATAKOM. Folder ini akan digunakan untuk menyimpan database bernama REPLIKASI.
 1.  Klik My Computer dan masuk ke Drive D
2.  Klik kanan, setelah itu akan tampil menu Popup
3.  Klik New
4.  Klik Folder, kemudian tulis nama folder Anda, misalnya DATAKOM

1.2  Membuat Database

Setelah selesai buatlah database anda dan beri nama sesuai kebutuhan, saya berikan contoh untuk database ini bernama replikasi.
1.  Jalankan enterprise manager
2.  Klik nama server anda
3.  Klik kanan di atas database, kemudian klik New Database
4.  Ketikkan nama database anda di kolom Name, misalnya Replikasi
5.  Klik Tab Data Files untuk menentukan lokasi penyimpanan database tersebut.
6.  Klik tombol menu seperti   untuk menentukan lokasi.
7.  Cari folder server yang sudah Anda buat, kemudian klik folder tersebut dan klik Ok
8.  Klik Tab Transaction Log guna menentukan file Log untuk database anda.
9.  Cari folder server yang sudah anda buat sebelumnya, kemudian klik folder tersebut.
10.  Klik Ok.
11.  Setelah menentukan folder klik Ok untuk menutup kotak dialog Database Properties tersebut.
1.3 Mengimport Table
Agar database tersebut berisi tabel sesuai keinginan  Anda buatlah tabel-tabel tersebut atau bisa juga mengimport dari database lainnya sesuai kebutuhan Anda. Sebagai contoh berikut ini adalah tabel-tabel yang sudah dibuat sebelumnya. Saya menggunakan fasilitas Import untuk memindahkan tabel yang ada di Database Latihan01 ke database baru bernama REPLIKASI. 
Sebenarnya fasilitas Import/Export ini sudah dijelaskan pada bagian Data Transformation Service, namun untuk memperdalam saya kembali berikan  contoh untuk import tabel. Perlu diketahui, jika Anda segan menggunakan fasilitas ini Anda bisa membuat tabel dalam database REPLIKASI seperti biasa. Tetapi jika sudah tersedia tabel yang sesuai Anda bisa juga mengimport dari database yang sudah ada. Sebagai contoh gunakan fasilitas import tabel untuk mengisi database REPLIKASI  tersebut. Langkah-langkah untuk mengimport tabel tersebut adalah sebagai berikut : 

1.  Pastikan Anda masih di jendela Enterprise Manager
2.  Klik Server Anda, misalnya DATAKOM
3.  Klik kanan folder Database
4.  Klik All Tasks
5.  Klik Import Data 
6.   Setelah itu akan tampil jendela atau kotak dialog Data Transformation Services Import/Export Wizard
7.   Klik tombol dropdown untuk menentukan Data Source yang sesuai
8.   Klik tombol Dropdown untuk menentukan server yang digunakan, misalnya DATAKOM
9.   Klik Use Windows Authentication
10. Klik tombol Dropdown Database untuk menentukan database sumber (asal)
11. Klik Next. Setelah Anda menekan tombol Next segera tampil kotak dialog Database Destination
      (tujuan)
12. Klik tombol Dropdown untuk menentukan database tujuan, misalnya REPLIKASI
13. Klik Copy table(s) and view(s) from the source database
14. Klik Next. Setelah itu akan tampil kotak dialog Select Source
15. Klik Select All untuk mengcopy seluruh tabel yang dipilih dalam database latihan dan di sana akan
      terlihat database asal dan database tujuan. Anda bisa menggunakan fasilitas Preview untuk melihat
      isi dari masing-masing tabel tersebut.
16. Untuk melanjutkan klik Next. Setelah itu akan tampil kotak dialog
17. Klik Save DTS Package
18. Klik SQL Server 
19. Klik Next. Program akan menampilkan kotak dialog Save DTS

20. Ketikkan nama Package Anda, misalnya Replikasi Package

21. Klik tombol dropdown untuk menentukan Server, misalnya DATAKOM

22. Klik Use Windows Authentication 

23. Klik Next. Program akan menampilkan kotak dialog Finish

24. Klik Finish
 
 
 

2.  Membuat Database User
Setelah selesai mengcopy tabel tersebut pekerjaan Anda selanjutnya adalah mempublikasikan database tersebut. Caranya sama seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya. Setelah Anda mengonfigurasi DTS dan membuat publikasi sekarang buatlah Database User.
Caranya adalah sebagai berikut :
 
1.  Klik New Database User. Setelah itu akan tampil kotak dialog Database User Properties
2.  Klik Properties
3.  Klik Permissions. Setelah itu akan tampil kotak dialog Database Role Properties
4.  Beri tanda centang atau ceck di depan masing-masing tabel
5.  Klik List only objects with permission for this user
6.  Klik OK
7.  Klik OK
8.  Klik OK sekali lagi. Setelah selesai akan tampil User baru di bawah User

3.  Menjalankan User Baru
Untuk menjalankan User Latih yang baru Anda buat harus memulai Login ke Server menggunakan User tersebut. Caranya Anda bisa merestart  komputer atau bisa juga langsung join ke Domain Server menggunakan user Latih. Setelah itu Anda coba test masuk dan buka database REPLIKASI, bagaimana? Jelas Anda tidak bisa membuat table dan hanya melihat dan menambah data saja tanpa bisa menghapus field-field yang sudah ada. Anda bisa membuat User Account sesuai kebutuhan user Anda. Sesuaikan dan atur permisinya  untuk masing-masing user melalui Microsoft Windows 2000 Server. Setelah itu baru Anda atur permisi untuk databasenya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Harus Teknologi Informasi Yang Membantu Persoalan KITA. Bersama YOEN RIARDI, S.Kom. M.Si

Mengenal Dasar Office 2007